Blog pendidikan

Selasa, 27 Juli 2021

Tulisan yang Menjadi Pegangan

 1. https://lirboyo.net/senyum-adalah-ibadah/ 

2. https://lirboyo.net/isilah-waktu-luang/

      Ada satu quote menarik :"Gabut adalah potensi maksiat."

      Quote itu memang bukan dari tokoh terkenal. Ya, quote itu dari aku sendiri yang pengetahuan dan pengalaman hanya segelintir putung rokok. Bukan sepres, sekardus atau sepabrik. Tapi, walau seperti itu, aku akan berusaha untuk menjelaskannya mengapa aku berkata seperti itu.

     Dimulai dengan membahas tentang waktu. Perlu diingat sangat bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Di akhiratlah hidup sesungguhnya yang kekal.

     Sadar tidak sadar seringkali kita menggunakan waktu kita dengan hal yang ga ada faedah. Medsos an, buka status orang di wa, instagram, facebook, dsb. Kita tidak tahu kalau kegiatan kita di dunia kelak akan di tanya di hari akhir.

      Atau pernah gak kita merasakan suatu kebosanan yang amat lama, kesedihan akan masalah yang datang bertubi-tubi, meratapi kekurangan diri yang gak bikin kita bersukur dan berkembang, atau malas bergerak di zona nyaman.

    Percayalah satu hal sama yang menjadi faktor di atas adalah waktu yang kosong. Kekosongan waktu menjadikan kita memikirkan masalah, meratapi nasib, kekurangan diri, dll. Itulah yang membuat kita bersedih. 

     Terkadang kekosongan waktu itu terjadi karena kita tidak tahu untuk melakukan hal apa. Padahal perlu diketahui bahwa kekosongan waktu adalah peluang setan membujuk kita ke kemaksiatan. Iya, gabut adalah potensi maksiat. Lebih lagi, kita sering mendapati banyak hal jelek dan terlarang di sekitar kita. Misal di handphone. Saat kita gabut, kita hanya membuka wa, instagram, facebook, atau sebagainya. Yang di sana sangat mudah ditemukan hal yang memancing kita ke kemaksiatan atau minimal membuang waktu.

     Untuk itu, kalau kita sudah tahu akar masalahnya, saatnya kita mencari solusinya. Kita bisa mencari bagaimana caranya agar waktu kita selalu terisi. Jangan terlalu lama dengan handphone karena bisa berakibat jelek pada kita. Cari tahu apa potensi dalam diri kita atau cari kesibukan lain yang baik. Kita bisa menyibukkan diri tenggelam dalam rentetan tulisan di buku-buku, tenggelam dalam imajinasi, Menelaah kitab, berdiskusi dengan senior yang semangat belajarnya tinggi yang itu bisa membuat kita terinspirasi untuk semangat belajar dan mengejar impian-impian, solat sunnah meminta agar di beri jalan yang lurus. Kita juga bisa menulis kegiatan apa saja di tempat yang sering kita lihat, agar saat kita gabut kita langsung teringat untuk melakukan apa. Di temboklah, di almarilah, di pintu atau dimana aja deh terserah. Atau, kita bisa berolahraga dan menyalurkan hobi yang baik.

     Sebagai pesan terakhir, saya ulangi, gabut adalah potensi maksiat. Maka isilah waktu dengan hal yang bermanfaat. Hidup di dunia adalah jalan menuju akhirat. Surga atau neraka. Hidup berarti lalu mati.

Kudus, malam Jum'at, 16 September 2021.

3. https://lirboyo.net/kekhususan-membaca-kitab-dalailul-khairat-di-akhir-zaman/

"Keutamaan membaca kitab ini, bisa memunculkan ide-ide cemerlang yang timbul dari hati, dan hal ini datang dengan sendirinya. Atau kesulitan apa saja bisa ditemukan jalan keluarnya"

"Yaitu hati yang bersih, hati yang suci, termasuk hati kita orang-orang yang suka membaca shalawat. Itulah ciri khasnya."