Assalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
Sebelum menulis tulisan ini, sebenarnya saya kurang semangat menulis. Padahal, saat di pondok dulu, banyak ide-ide yang saya catat, untuk saya kembangkan saat liburan nanti. Akan tetapi, saat saya mencari motivasi dengan menonton video milik fiersa besari, saya langsung termotifasi untuk menulis dan membaca. Sampai sini bisa diambil pelajaran bahwa motifasi itu penting.
Saya bersukur diberi anugrah suka membaca buku. Dan, saya juga sadar ternyata begitu penting sekali membaca buku. Padahal, jiwa yang kritis bisa didapatkan dengan membaca. Wawasan yang luas dan pikiran yang cerdas bisa didapatkan dari membaca. Pikiran yang maju bisa didapatkan dengan membaca. Ketenangan dan kebahagiaan bisa didapatkan dengan membaca. Tapi, mengapa masih sedikit sekali orang Indonesia yang suka membaca buku? Mungkin, orang Indo sukanya membaca status sidoi aja kali ya, haha.
Walaupun saya dan beberapa orang Indonesa ini suka membaca, tapi masih sulit kita untuk bisa terus membaca buku. Entah, karena perpustakaan di negara ini masih jarang atau tidak merata, kalaupun ada toh tidak lengkap dan menarik, buku mahal, terlalu banyak pelajaran dan pr sekolah sehingga tidak ada waktu untuk membaca, dll.
Untuk itu, bagi kita yang pecinta buku, perlu untuk merancang strategi agar kita kedepannya masih bisa terus membaca. Kita sudah tahu betapa pentingnya membaca, maka dariitu tetapkanlah strategi agar bisa terus membaca. Kita diberi anugrah Allah subhanahuwata'ala suka membaca buku, maka bersukurlah dengan menjaganya agar terus membaca.
Kedepannya, nasehat untuk diri kita sendiri, pertama, apabila kita mau mondok atau kuliah, carilah lingkungan yang banyak menemukan perpustakaan atau toko buku. Atau tempat itu sendiri mempunyai perpustakaan dan orang-orangnya suka membaca. Untuk itulah, riset tempat belajar sangat diperlukan. Karena itu yang menentukan kualitas diri kita kedepannya.
Kedua, apabila kita tidak cukup mempunyai uang dan ingin bekerja, carilah pekerjaan yang ada waktu untuk membaca atau malah yang mendorong kita untuk membaca. Jangan malah mencari pekerjaan yang menjauhkan atau melupakan kita dari membaca buku. Misal, menjaga warnet, ps, atau sejenisnya, pegawai perpustakaan, mengirim tulisan di koran, majalah website dan sejenisnya, membuat konten youtube tentang buku(review, dll), tentang perpustakaan, atau lainnya, atau kalian ada ide tersendiri. Yang terpenting, jangan menjadi penjaga hati pacar orang. Wkwk. Nanti, kita jadi malingnya kalau begitu.
Ketiga. Carilah sebanyak-banyaknya teman yang suka membaca. Apalagi teman yang perempuan(lumayan bisa cari pacar yang sehobi, wkwk). Atau kita bisa bikin komunitas membaca buku(Ini tambah lumayan lagi malah). Karena, kita akan bisa meminjam buku, jadi gak usah repot-repot beli, kita akan berkumpul dengan orang-orang pintar dan termotifasi untuk banyak membaca. Dan, kita bisa dengan mudah berdiskusi apapun termasuk berdiskusi tentang buku. Saya sendiri, cocok dengan Jogja. Karena disamping di sana ada banyak perpustakan, di sana juga banyak komunitas, banyak teman-teman mahasiswa yang pintar-pintar dan banyak tempat enak untuk membaca.
Sedikit tambahan mengenai membaca. Jadi gini, pernah nggak kita melihat teman atau senior kita kok pintar sekali. Saat diskusi atau rapat misalnya. Lah, kita sebenarnya bisa seperti itu apabila kita mau membaca, yang tentu ada caranya sendiri dalam hal membaca. Atau kita heran kepada teman kita yang bisa menelurkan pikiran-pikiran yang brilian, kata-kata bijak, atau solusi-solusi yang tepat. Itu juga karena membaca buku. Mungkin itu salah satunya, tapi mungkin saja, itu adalah faktor yang dominan
Mungkin untuk sementara itu saja, apabila ada komentar atau tambahan silahkan komen atau dm saya. Atau bisa minta nomer wa saya langsung. Di situ kita bisa berdiskusi bersama(modus, checkk😂) Yang penting jangan tanya saya sudah punya pacar atau belum, karena memang saya tidak punya pacar😂😂. Wkwk.
Saya tahu, bahwa saya orang yang tidak terlalu pintar atau biasa saja. Tapi, apabila saya takut unjuk gigi, maka saya tak akan berkembang. Takut dikomentar justru menunda untuk berkembang. Justru dengan adanya komentar, kita akan mendapatkan pelajaran juga melatih mental. Dengan adanya orang yang mencaci, itu akan membuat kita merasa masih bodoh dan terus belajar. Jangan berhenti belajar! Jangan gara-gara orang lain, kita berhenti belajar. Salam. Pecinta buku.
Wassaalamualaikum warahmatullohi wabarokatuh.
Jepara, kamis, 6 Mei 2021