Blog pendidikan

Sabtu, 02 Desember 2023

StO-MyLife - Desember

Sabtu, 2 Desember 2023

Catat hal penting apapun dalam hidup. Itu bisa dibuat menjadi semacam rekaman yang berguna untuk dipublikasikan dan dibuat pelajaran baik tulisan maupun ucapan daripada merekam foto atau vidio.

Kamis, 27 Juli 2023

Story Of My Life

(Malam Senin, 9 Juli 2023)
(10 Hari setelah Hari Raya Idul Adha)
(21 y.o)

"Melanjutnya Semangatt Menulis"
Mulai hari ini, aku akan menulis setiap pelajaran dan perjalanan berharga dalam hidupku. Yang itu akan membentuk runtutan sejarah hidup yang kedepannya akan menjadi kenangan dan pelajaran bagi generasi penerusku. Dan juga akan membuat diriku agar lebih bersyukur.

Di blog in hiilah, aku akan lebih meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan waktu untuk hal penting dan bermanfaat dalam hidupku. Dan tidak menggantungkan kepuasan maupun kebahagiaan pada like, komen dan view dari orang lain. Inilah buah dari membaca Filsafat Stoacisme.
.
.
(Senin pagi, 06.25)
Ini adalah hari dimana aku bisa menulis lagi. Sekarang aku tak risau kehilangan kemampuan menulisku, karena telah meminimalisir seminimal-minimalnya untuk tidak membuang waktu di medsos dan lebih memilih untuk hal yang lebih bermanfaat bagi kehidupanku.
.
.
(Senin, Sebelum Solat Ashar)
("Pikiran baru untuk membangun Jepara.")
Salah satu harapanku di masa mendatang adalah aku bisa berkontribusi banyak pada kota Jepara. Untuk itulah, konsep mengambil pelajaran saat di kota orang selalu aku terapkan. Kemarin aku telah mengambil 3 pelajaran dari pemerintah dan masyarakat Kudus yang sepatutnya Jepara mencontohnya. Diantaranya adalah religiusitas yang tinggi, pintar berdagang dan berbisnis, dan satunya lagi aku lupa(bisa dicek di vidio tik-tok saya).

Sebelum solat ashar tadi saya mendapat pikiran baru. Yaitu, pertama, pemerintah harus lebih meningkatkan kualitas pendidikan termasuk minat baca pemudanya. Karena sebab dari kebodohan dan kemiskinan adalah pendidikan yang tidak memadai, berkualitas dan rata(menyeluruh). Yang kedua, pemerintah seyogyanya memberikan prinsip yang membangun kepada rakyatnya. Seperti misalnya, di Kudus ada konsep GusJiGang yang dipegang dan diamalkan oleh masyarakat Kudus. Sehingga pemerintah tidak terlalu berat dalam membangun kotanya karena masyarakatnya sudah banyak yang pintar membangun perekonomiannya secara mandiri. Maka, pemerintah Jepara akan lebih baik kalau membuat konsep seperti itu dengan melihat dan menyesuaikan situasi dan kondisi di Kota Jepara seperti apa.
.
.
(Senin sore, 17.20)
(Apakah Merokok benar-benar aku butuhkan dan ada manfaatnya?)

Aku terinspirasi memikirkan ini setelah membaca buku tentang keuangan. Yaitu Rich Dad, Poor Dad. Ada Aset dan ada liabilitas. Yang benar adalah anda menggunakan uang untuk membeli aset, bukan liabilitas. 

Karena aku adalah perokok berat. Aku ingin memikirkannya lagi, apa manfaat merokok bagiku? Dulu aku menganggap bahwa merokok memberi ketenangan. Tapi apakah itu benar? Mungkin secara sederhana ada benarnya. Tapi kalau dipikir-pikir, apakah itu adalah solusi dari hal yang membuat kita sumpek? Sebenarnya merokok karena sumpek adalah justru agaknya kurang menjadi solusi. Karena sebagai pengalaman saya, ketika merokok justru saya berdiam diri dan memikirkan masalah. Seharusnya saya tidak merokok dan tidak diam untuk berpikir. Karena masalah ada karena justru kita pikirkan.

Kedua, terbiasa merokok yang akhirnya hampir setiap hari aku membelanjakan penghasilanku hanya untuk rokok. Bayangkan, katakanlah dalam seminggu aku menghabiskan uang 55 ribu. Sebulan aku menghabiskan uang 220.000,-.

Itu sudah diangka lumayan banyak kalau hanya untuk membelanjakan rokok yang dengan alasan lebih tenang. Padahal itu hanya ilusi.

Ketiga, akan lebih baik aku belajar mengelola keuanganku. Mungkin uang yang awalnya untuk membeli rokok seharga 220.000 bisa aku gunakan untuk membeli buku tebal yang sangat recommended dan berkualitas sekali untuk masa depanku. Bisa membeli dua buku berkualitaslah.

Keempat, aku harus selalu ingat pelajara mengelola keuangan dengan membelanjakan penghasilan untuk aset. Yang dapat menghasilkan uang lagi.
.
.
.
(Hidup jangan mengikuti arus)
Pelajaran di buku rich dad hal 67)
.
.
.
.
(MALAM SELASA, 10 JULI 2023)
(22.24)
(YouTube: Nek gak mok mulai Saiki, ameh mok mulai kapan? Ngenteni akeh tanggungan?)
Malam ini aku menguatkan tekadku lagi untuk segera membangun channel YouTube. Tak ada alasan lagi untuk menunda-nunda. 

Barusan aku menonton vidio YouTube. Seorang pemilik Chanel tentang akuntan itu sedikit berbicara bahwa dia sekarang tidak menyangka channel-nya bisa berkembang seperti ini. Lumayan memang viewrs-nya. Dan dia melanjutkan bahwa dulu vidionya tidak rapi, tidak sistematis sehingga dimungkinkan penonton sulit memahami maksud apa yang disampaikan. Dan berkat ia tetap membuat vidio pada akhirnya sekarang akunnya berkembang sampai 900 k viewrs.

Pelajaran yang ingin saya ambil adalah mulailah membuat vidio sekarang. Karena dengan memulai sekarang artinya kita belajar lebih awal dan 2 tahun kedepan mungkin kita akan menjadi ahli. Tetapi beda halnya ketika kita menunda-nunda sampai tahun besok, besoknya lagi, besoknya lagi bahkan mungkin tidak jadi karena banyak tanggungan, maka kita tidak jadi mendapat apapun, andaikan hari itu mulai tetap saja kita tidak sejago ketika saya sudah memulainya dari sekarang.
.
.
.
.
(Selasa, 08.10)
"Pegang ucapanku ini, 2 tahun lagi dari sekarang aku akan ahli dalam publik Speaking. Menyampaikan gagasan dan pikiranku dengan seni berbicara!"
.
.
(Malam Rabu, 18.09)
"Saya tidak takut terlihat bodoh ataupun tampak bodoh. Yang aku tak mau adalah benar-benar bodoh."

(Malam Rabu, 00.35.)
"MUS-YQ Tercinta"
Kepada yang lebih tua, belajarlah kepadanya. 

(Malam Senin,17 Juli)

Puisi dari Gus Nadirsyah Housen

(HANYA)

Kami hanya debu yang beterbangan
Diputar tak tentu arah oleh badai cintaMu

Kami hanya kelopak bunga yang bermekaran
Diperindah tak terkira oleh tetesan embun kasih sayangMu

Kami hanya pejalan yang merangkak berkeluh kesah
Ditarik mendekat tak berjarak oleh dekapan ujianMu

Kami hanya hamba yang merindu tak berkesudahan
Dibebankan amanah tak terperi di dunia ini oleh lambaian kuasaMu

Kami hanya menunggu tiba waktu berpulang
Diperlama oleh sekian ambisi kehidupan seolah kami tak lagi mengenalMu

Kami hanyalah hamba yang terus bertanya
Dijawab dengan harapan akan syafaat NabiMu

Tabik,

(Malam Selasa, 17 Juli)

Merintis sendiri memang berat di awal. Tapi jika kamu terus konsisten, proses itu akan menjadi kesenangan bagimu. Korbarkan semangattmu. Cintai prosesnya. Maju pantang mundur. Kelak kamu akan menikmati hasilnya dan berterima kasih kepada dirimu saat ini. Tetap semangatt!

(23.25)

Gakpopo mlaku alon-alon, Dar. Seng penting ojo nyerah. Ojo nyerah! Ojo mandek!! Ojo putus asa!! Semangaaatttt!!!

(MalJum, 21 Juli, 02.09)

Tadi malam aku telah menonton seorang pengusaha muda yang mengatakan tentang harta berharga bukanlah uang, tetapi waktu. Dan saat ini, saya juga mendapatkan pelajaran yang sama dalam buku Filosofi Teras. Maka saya pribadi mengambil kesimpulan dengan quote, "Harta paling berharga adalah waktu. Bukan uang ataupun harta benda. Karena itu bisa dicari. Sedangkan tuhan memberi waktu kepada kita sama. Tinggal bagaimana seseorang menggunakan waktunya untuk hal yang produktif banyak hal atau kebalikannya, untuk menjadi manusia berkualitas atau tak berkualitas, untuk hal yang membuat kaya atau miskin, dsb." 


Malam Jum'at, 04.00, 21 Juli.

(Menjadi lebih dewasa dengan tidak bermain cinta)

Sekarang, aku telah bertekad untuk tidak bermain cinta dan hanya memikirkan pernikahan ketika masuk usia 30 an. Untuk itulah, aku ingin menasehati diriku, menempa diriku dan semua orang yang menginginkan kebijaksanaan, bahwa belajarlah lebih dewasa untuk menyiapkan segalanya sebelum memasuki pernikahan.

Aku berharap tuhan menuntunku agar bisa lebih fokus dan selalu konsisten mengembangkan diri dalam segala hal dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin-di masa muda khususnya. Entah dalam segi pendidikan diri, ilmu pengetahuan, mental dan ekonomi.

Tak ada gunanya bermain cinta atau mencari² "pacar" yang sebenarnya belum tentu jodoh kita. Toh, jodoh sudah disiapkan tuhan untuk kita. Ceroboh sekali diri kita ketika sibuk mencari-cari pasangan tapi tak ada bekal yang kita siapkan.

Sebenarnya saya turut prihatin kepada para pemuda(wanita khususnya) yang tidak mengerti hal ini. Mereka sibuk melakukan hal unfaedah atau memposting kecantikannya di media sosial agar menarik para lelaki. Setelah itu ia bebas bersenang-senang dengan lelaki pilihannya yang berhasil ia goda (yang mungkin ia tidak sadar telah menggoda). Setelah itu ia ditinggalkan, sedih, mencari lelaki lain, ditinggalkan lagi dan seterusnya. Dan ketika mereka para wanita menemukan lelaki yang bagus dalam segala hal, mereka membayangkan mendapatkannya dan setelah itu berkata, "Aku mah apa?" Hei, salah siapa kamu tidak menggunakan waktumu untuk terus mengembangkan diri dan menfokuskan kecantikanmu untuk calon suamimu saja?

Terakhir, jadilah pemuda-pemudi yang berkualitas!

.

.

.

(Analisis mengenai mengapa bulutangkis di Indonesia lebih maju daripada sepakbola)

Kudus, Rabu, 26 Juli 2023.

14.10

"Waktu lebih berhaga daripada uang."

Tidak ada yg lebih berhaga daripada waktu dan ilmu. Uang bisa dicari, selama ada usaha dan keyakinan kepada tuhan yg maha pemberi Rizqi. Sedangkan waktu terus berlalu tanpa bisa diputar kembali. Kalau sudah seperti itu, mengapa kita sebegitu keras dan sibuknya mencari uang? Bahkan untuk beribadah saja tidak begitu diperhatikan. Lalu, pantaskah menginginkan dunia dengan mengabaikan pemilik dunia?

Semua tergatung persepsi kita. Berpikir positif akan mendapatkan manfaat. Berpikir negatif hanya menurunkan kwlitas dan tak mendapat apa-apa. Pernah sa berdiskusi denga teman saya tentang motifasi.

(Jum'at, 28 Juli, ba'da Solat Jum'at)

"Untuk calon istriku kelak."

"Dek, tolong jaga dirimu di sana. Mas di sini sedang susah payah dan merajinkan diri untuk menuntut ilmu, memperbaiki diri, menjaga diri, dan bekerja keras untuk masa depan kita. Kamu jangan pacaran, Ya. Fokus ngembangin diri aja.:)

Malam Rabu, 22 Agustus

Sampai sejauh ini, saya masih meyakini bahwa kunci sebuah negara maju adalah pertama pendidikan, kedua spiritualitas.

Dan hal utama dari aspek pendidikan adalah membaca buku.

Maka dengan ini, saya akan melihat sejauh mana pikiran ini bertahan.




(Menjadi lebih dewasa dengan tidak bermain cinta)
.
.
(Philosophy Of King)




Kamis, 20 Juli 2023

About Philosophy

(MalJum, 21 Juli, 03.00)
"Setiap Kesusahan Menempa Seseorang Menjadi Pribadi Kuat."

"Kesusahan yang datang terus menerus membawa berkah ini: mereka yang selalu tertimpanya, akhirnya akan diperkuat olehnya." ~Seneca
---- Aku teringat dengan seorang Ulama yang pernah dawuh intinya begini, "Kebanyakan putra Kyai yang tidak bisa meneruskan bapaknya adalah karena putranya dimanja." 
---- Aku bersukur kepada Allah karena aku selama ini seakan "dilatih" oleh Allah. Banyak hal yang membuatku ditempa untuk menjadi lelaki yang tidak manja. Membuatku harus bisa berdiri di kaki sendiri. Waktuku tidak ada yang santai. Tuhan memberiku cobaan, ujian dan tekanan yang menuntutku untuk berpikir mencari solusi, tidak berleha-leha dan selalu meng-upgrade diri.

Untuk itulah, pelajaran yang tuhan berikan kepadaku juga akan aku berikan kepada anak-anakku. Aku harus memberikan pendidikan yang terbaik kepada mereka     (yang tentunya tidak sebatas pengajaran saja). Aku tidak mau memanjakannya, dan membiasakan mereka hidup rekoso dahulu sebelum ingin mendapatkan sesuatu.

Terakhir saya percaya dengan perkataan: "Kesusah-payahan, ujian, masalah akan menempa seseorang menjadi kuat dan besar. Zona nyaman dan serba kecukupan akan membuat sesorang menjadi lembek."

Selasa, 11 Juli 2023

Rangkuman Tentang Pengetahuan keuangan

Buku Rich Dad, Poor Dad
#Terkadang uang tidak menjadi solusi bagi banyak hal yang kebanyakan manusia mengatakan bahwa solusinya adalah uang dan uang. Karena solusi sebenarnya adalah otak. Bagaimana kita memaksimalkan otak untuk berkreatifitas. 


Ketika saya menulis ini saya belum membaca isi dari bab tersebut. Akan tetapi, saya langsung terlintas di pikiran kurang lebih seperti ini: Belajarlah untuk membangun aset dari sekarang. Dan sekarang saya telah berjuang untuk membangunnya. Bukan sekedar aset yang menghasilkan uang, akan tetapi keilmuan, wawasan dan juga pengalaman. Saya berpikiran bahwa manusia hidup sulit untuk hanya menyibukkan diri pada ilmu dan bukan juga menggunakan waktunya untuk bekerja demi mencukupi kebutuhan keluarganya. 

Maka, kalau bukan sekarang, kapan lagi? Pada akhirnya suatu saat saya mungkin pasti menggunakan waktu saya untuk bekerja demi keluarga. Bukankah nabi juga begitu? Bukankah KH Sya'roni Kudus juga begitu? Makadariitu juga, saya lebih memilih merintis dan menyiapkannya sekarang, tentu dengan menyeimbangkan waktu untuk mencari ilmu.

Dan yang juga penting dari itu, yang menjadi gambaran pertama ketika melihat judul tadi adalah, saya harus mengurusnya sendiri! Tak boleh karena tidak ada rekan yang membantu membuat saya tak melakukannya.

2. Berhati-hatilah dengan membelanjakan dan mengelola uang.  Menggunakannya untuk aset harus lebih dipentingkan.


Pikiran 
Apakah utang selamanya tidak baik?

Bagaimana kalau kita utang, lalu membelanjakan utang tersebut untuk aset/sesuatu yang dalam jangka pendek bisa menghasilkan uang perbulannya, lalu untungnya digunakan untuk membayar dan melunasi utang, sampai lunas, terus aset itu sudah menjadi milik kita sepenuhnya, bukan kah itu baik? Walaupun aku tahu nggak semudah itu ferguso.

Kamis, 26 Januari 2023

Kegabutan Malam Jum’at Dan Jalan Terjang di Masa Muda

 


Lumaya sulit dan lumayan berat. Itulah kalimat yang cukup mewakili apa yang saya rasakan di masa muda. Sungguh masa muda adalah masa emas. Masa dimana seharusnya sesorang menjadi produktif, banyak belajar, banyak mencoba hal baru dan mempeljari skill baru. Aku tau itu, dan akupun juga ingin mencapai target-target yang harus dicapai. Tapi, agaknya itu sungguh berat. Skil seperti menulis, publik speaking, editing foto dan vidio, dan sedikit menguasai teknologi harus aku kuasai. Kadang aku berpikir untuk mundur dan hanya fokus untuk mempelajari ilmu saja. Ngaji, membaca buku, mempelajari kitab kuning, menulis, gitu terus sampai tiba-tiba aku diambil menantu kyai besar dan aku dikuliahkan di universitas impianku, dan semua impianku bisa tercapai dengan mudahnya tanpa aku berusaha sendiri mewujudkannya. Tapi, itulah yang aku bingungkan. Aku sudah terlanjur memulai. Apakah aku harus melanjutkannya atau aku fokus saja pada ilmu-ilmu dengan membaca buku, mempelajari kitab dan menulis? tanpa mempelajari skil yang dibutuhan di era modern ini?

Agaknya aku sedikit mendapatkan jawaban (dan sering seperti ini aku mendapatkan inspirasi-yaitu dengan menulis sesuatu yang menjadi permasalahan)

Mungkin jawaban yang tepat adalah: yang terpenting bagi diriku adalah mementingkan “isi” lebih dahulu. Aku harus lebih mementingkan belajar ilmu-ilmu, menulis dan belajar menyampaikan daripada mempelajari skil-skil yang masuk kategori “kulit.” Oke mungkin itu juga penting, tapi kamu tak banyak waktu untuk itu dan akan lebih baik jika hal itu kamu serahkan kepada orang lain yang menguasai “kulitnya” dan mau diajak kolaborasi. Sisi kerjasama atau gotong-royong harus ada yang akibatnya hasilnya akan lebih besar daripada melakukan semuanya sendirian.

Semua itu butuh yang namanya proses dan yang terpenting jangan sampai tidak menggunakan waktu muda untuk mempelajari ilmu-imu khususnya ilmu agama dan umum.