Blog pendidikan

Kamis, 26 Januari 2023

Kegabutan Malam Jum’at Dan Jalan Terjang di Masa Muda

 


Lumaya sulit dan lumayan berat. Itulah kalimat yang cukup mewakili apa yang saya rasakan di masa muda. Sungguh masa muda adalah masa emas. Masa dimana seharusnya sesorang menjadi produktif, banyak belajar, banyak mencoba hal baru dan mempeljari skill baru. Aku tau itu, dan akupun juga ingin mencapai target-target yang harus dicapai. Tapi, agaknya itu sungguh berat. Skil seperti menulis, publik speaking, editing foto dan vidio, dan sedikit menguasai teknologi harus aku kuasai. Kadang aku berpikir untuk mundur dan hanya fokus untuk mempelajari ilmu saja. Ngaji, membaca buku, mempelajari kitab kuning, menulis, gitu terus sampai tiba-tiba aku diambil menantu kyai besar dan aku dikuliahkan di universitas impianku, dan semua impianku bisa tercapai dengan mudahnya tanpa aku berusaha sendiri mewujudkannya. Tapi, itulah yang aku bingungkan. Aku sudah terlanjur memulai. Apakah aku harus melanjutkannya atau aku fokus saja pada ilmu-ilmu dengan membaca buku, mempelajari kitab dan menulis? tanpa mempelajari skil yang dibutuhan di era modern ini?

Agaknya aku sedikit mendapatkan jawaban (dan sering seperti ini aku mendapatkan inspirasi-yaitu dengan menulis sesuatu yang menjadi permasalahan)

Mungkin jawaban yang tepat adalah: yang terpenting bagi diriku adalah mementingkan “isi” lebih dahulu. Aku harus lebih mementingkan belajar ilmu-ilmu, menulis dan belajar menyampaikan daripada mempelajari skil-skil yang masuk kategori “kulit.” Oke mungkin itu juga penting, tapi kamu tak banyak waktu untuk itu dan akan lebih baik jika hal itu kamu serahkan kepada orang lain yang menguasai “kulitnya” dan mau diajak kolaborasi. Sisi kerjasama atau gotong-royong harus ada yang akibatnya hasilnya akan lebih besar daripada melakukan semuanya sendirian.

Semua itu butuh yang namanya proses dan yang terpenting jangan sampai tidak menggunakan waktu muda untuk mempelajari ilmu-imu khususnya ilmu agama dan umum. 

 

Tidak ada komentar: