*Note: Bacalah dengan mendengarkan lagunya.
Ku teringat hati yang bertabur mimpi Ke mana kau pergi, cinta?
Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri Kuatkanlah hati, cinta
Ingatkah engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang 'kan membelaimu, cinta
Kekuatan hati yang berpegang janji
Genggamlah tanganku, cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu, cinta
Ingatkah engkau kepada embun pagi bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang 'kan membelaimu, cinta
Ku teringat hati yang bertabur mimpi
Ke mana kau pergi, cinta?
Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri
Kuatkanlah hati, cinta
Ingatkah engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang 'kan membelaimu, cinta
Ingatkah engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya
Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang 'kan membelaimu, cinta
Kan membelaimu, cinta
#
Sebelumnya, saya adalah seorang yang
suka mendengarkan musik. Karena ketika saya mendengarkan musik, apalagi ketika
membaca buku maupun menulis-tentu dengan batas selama tidak menggangu
konsentrasi- akan cenderung lebih bersemangat lagi.
Termasuk lagu yang saya sukai adalah lag-lagu milik letto. Ketika saya mendengarkan lagu milik letto yang kebanyakan memiliki makna tersirat seperti puisi, apalagi penyanyinya adalah seorang yang intelektual dan pemikir handal, membuat saya bersemangat untuk belajar- karena memang itulah fungsi hidup saya di dunia selain menyembah Allah tentunya.
#
[Ku teringat hati yang bertabur mimpi]
Ku
teringat dengan sejumlah impian-impian besar yang sedang ku perjuangkan. Aku
yang saat itu sedang merasakan betapa memang beratnya berjuang mencapai impian-impian
itu. Dan saat itulah aku merasakan, benarlah orang yang berkata lebih baik bersakit-sakit
di masa muda daripada bersakit-sakit di masa tua. Artinya, untuk mendapatkan
masa depan yang lebih baik daripada masa sekarang adalah harus mau bekerja
keras dan bersusah payah di masa muda. Tiada kemulyaan dan keindahan di akhir yang diraih dengan bermalas-malasan. Mumpung di masa ini adalah masa dimana
fisik dan pikiran sedang bagus.
[Ke mana kau pergi, cinta?]
Mengingatkan kepadaku
jikalau semua yang kamu impikan dan cita-citakan itu untuk apa? Apakah
untuk hal duniawi atau ukhrowi? Apakah yang kamu kejar-kejar hanya untuk dirimu
sendiri atau untuk kemanfaatan banyak orang? Ketika bermimpi, pastikan mimpi
itu baik dan akan lebih baik lagi kalau impian itu adalah yang bermanfaat
kepada banyak orang dan rakyat lemah. Juga kepada agama maupun negara.
[Perjalanan sunyi yang kau tempuh sendiri]
Entah mengapa, seakan-akan lagu ini adalah
pesan dari Allah untukku, aku yakin itu. Banyak diantara lirik yang seakan memberi
jawaban, pengingat dan penyemangat dari Allah untukku setelah apa yang aku
rasakan dan aku panjatkan doa sebelumnya. Seakan meneguhkanku kalau kamu bisa
berjuang sendiri(tentu kesendirian yang dimaksud adalah kesendirian tanpa
makhluq-dengan Allah).
Tiada yang melirik kita ketika kita belum apa-apa dan
masih dalam keadaan rempeyek. Orang-orang akan melirik kita ketika kita nampak
kesuksesannya. Sebagus dan semulya apapun pikiran dan impian visionermu, orang
jarang sekali yang mau membantu bekerja sama. Apalagi kamu adalah anak muda
ingusan yang belum pasti bakat dan keahliannya. Mereka tidak mau menanggung
resiko.
Dan memang, aku tidak bisa berharap lebih kepada
siapapun. Manusia hanya memberi bantuan sedikit-sedikit. Aku tidak bisa meminta
pertolongan lebih kepada kakakku, aku tidak bisa meminta tolong lebih kepada orangtuaku
apalagi kepada teman. Aku juga tidak mau apabila aku kecewa dan membenci mereka
karena mereka menolak membantuku. Aku harus berjuang sendiri.
[Kuatkanlah hati, cinta]
Setelah kamu sadar bahwa kamu hanya bisa berjuang sendiri. Dalam hatiku meneguhkan: kamu bisa!! Kamu bisa!! Aku harus selalu berpikir positif dan yakin bisa mencapainya, Karena memang itulah bekal agar tidak gampang menyerah.
[Ingatkah engkau kepada embun pagi
bersahaja
Yang menemanimu sebelum cahaya]
[Ingatkah engkau kepada angin yang berhembus mesra
Yang 'kan membelaimu, cinta]
Menandakan bahwa alam ini akan menjadi saksi bisu perjuanganmu. Saksi bisu kesendirianmu disaat kamu belum menjadi apa-apa. Di saat kamu belum bisa berbuat manfaat luas kepada siapapun dan apapun yang yang menjadi harapanmu.
[Kekuatan hati yang berpegang janji]
Aku kuatkan hati dan tekadku untuk mengejar impian. Aku kuatkan tekad untuk tidak melakukan suatu hal itu sebelum impian itu terjadi. Dan aku akan memikirkan cara untuk itu. Aku kuatkan keyakinan hati kalau itu pasti akan tercapai.
[Genggamlah tanganku, cinta
Ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
Temani hatimu, cinta]
Allah yang akan menuntunku. Allah yang akan menemaniku di setiap waktu dan proses perjuangan. Dan Allah tidak akan membiarkan hambanya sendirian untuk impian yang baik. Ya, Allah akan menemaniku dengan cintanya kepadaku. Sesuai kadar cintaku kepada-Nya, bahkan lebih.
Kudus, 28 desember 2022.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar