Blog pendidikan

Tampilkan postingan dengan label STORY OF MY LIVE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STORY OF MY LIVE. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juli 2023

Story Of My Life

(Malam Senin, 9 Juli 2023)
(10 Hari setelah Hari Raya Idul Adha)
(21 y.o)

"Melanjutnya Semangatt Menulis"
Mulai hari ini, aku akan menulis setiap pelajaran dan perjalanan berharga dalam hidupku. Yang itu akan membentuk runtutan sejarah hidup yang kedepannya akan menjadi kenangan dan pelajaran bagi generasi penerusku. Dan juga akan membuat diriku agar lebih bersyukur.

Di blog in hiilah, aku akan lebih meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan waktu untuk hal penting dan bermanfaat dalam hidupku. Dan tidak menggantungkan kepuasan maupun kebahagiaan pada like, komen dan view dari orang lain. Inilah buah dari membaca Filsafat Stoacisme.
.
.
(Senin pagi, 06.25)
Ini adalah hari dimana aku bisa menulis lagi. Sekarang aku tak risau kehilangan kemampuan menulisku, karena telah meminimalisir seminimal-minimalnya untuk tidak membuang waktu di medsos dan lebih memilih untuk hal yang lebih bermanfaat bagi kehidupanku.
.
.
(Senin, Sebelum Solat Ashar)
("Pikiran baru untuk membangun Jepara.")
Salah satu harapanku di masa mendatang adalah aku bisa berkontribusi banyak pada kota Jepara. Untuk itulah, konsep mengambil pelajaran saat di kota orang selalu aku terapkan. Kemarin aku telah mengambil 3 pelajaran dari pemerintah dan masyarakat Kudus yang sepatutnya Jepara mencontohnya. Diantaranya adalah religiusitas yang tinggi, pintar berdagang dan berbisnis, dan satunya lagi aku lupa(bisa dicek di vidio tik-tok saya).

Sebelum solat ashar tadi saya mendapat pikiran baru. Yaitu, pertama, pemerintah harus lebih meningkatkan kualitas pendidikan termasuk minat baca pemudanya. Karena sebab dari kebodohan dan kemiskinan adalah pendidikan yang tidak memadai, berkualitas dan rata(menyeluruh). Yang kedua, pemerintah seyogyanya memberikan prinsip yang membangun kepada rakyatnya. Seperti misalnya, di Kudus ada konsep GusJiGang yang dipegang dan diamalkan oleh masyarakat Kudus. Sehingga pemerintah tidak terlalu berat dalam membangun kotanya karena masyarakatnya sudah banyak yang pintar membangun perekonomiannya secara mandiri. Maka, pemerintah Jepara akan lebih baik kalau membuat konsep seperti itu dengan melihat dan menyesuaikan situasi dan kondisi di Kota Jepara seperti apa.
.
.
(Senin sore, 17.20)
(Apakah Merokok benar-benar aku butuhkan dan ada manfaatnya?)

Aku terinspirasi memikirkan ini setelah membaca buku tentang keuangan. Yaitu Rich Dad, Poor Dad. Ada Aset dan ada liabilitas. Yang benar adalah anda menggunakan uang untuk membeli aset, bukan liabilitas. 

Karena aku adalah perokok berat. Aku ingin memikirkannya lagi, apa manfaat merokok bagiku? Dulu aku menganggap bahwa merokok memberi ketenangan. Tapi apakah itu benar? Mungkin secara sederhana ada benarnya. Tapi kalau dipikir-pikir, apakah itu adalah solusi dari hal yang membuat kita sumpek? Sebenarnya merokok karena sumpek adalah justru agaknya kurang menjadi solusi. Karena sebagai pengalaman saya, ketika merokok justru saya berdiam diri dan memikirkan masalah. Seharusnya saya tidak merokok dan tidak diam untuk berpikir. Karena masalah ada karena justru kita pikirkan.

Kedua, terbiasa merokok yang akhirnya hampir setiap hari aku membelanjakan penghasilanku hanya untuk rokok. Bayangkan, katakanlah dalam seminggu aku menghabiskan uang 55 ribu. Sebulan aku menghabiskan uang 220.000,-.

Itu sudah diangka lumayan banyak kalau hanya untuk membelanjakan rokok yang dengan alasan lebih tenang. Padahal itu hanya ilusi.

Ketiga, akan lebih baik aku belajar mengelola keuanganku. Mungkin uang yang awalnya untuk membeli rokok seharga 220.000 bisa aku gunakan untuk membeli buku tebal yang sangat recommended dan berkualitas sekali untuk masa depanku. Bisa membeli dua buku berkualitaslah.

Keempat, aku harus selalu ingat pelajara mengelola keuangan dengan membelanjakan penghasilan untuk aset. Yang dapat menghasilkan uang lagi.
.
.
.
(Hidup jangan mengikuti arus)
Pelajaran di buku rich dad hal 67)
.
.
.
.
(MALAM SELASA, 10 JULI 2023)
(22.24)
(YouTube: Nek gak mok mulai Saiki, ameh mok mulai kapan? Ngenteni akeh tanggungan?)
Malam ini aku menguatkan tekadku lagi untuk segera membangun channel YouTube. Tak ada alasan lagi untuk menunda-nunda. 

Barusan aku menonton vidio YouTube. Seorang pemilik Chanel tentang akuntan itu sedikit berbicara bahwa dia sekarang tidak menyangka channel-nya bisa berkembang seperti ini. Lumayan memang viewrs-nya. Dan dia melanjutkan bahwa dulu vidionya tidak rapi, tidak sistematis sehingga dimungkinkan penonton sulit memahami maksud apa yang disampaikan. Dan berkat ia tetap membuat vidio pada akhirnya sekarang akunnya berkembang sampai 900 k viewrs.

Pelajaran yang ingin saya ambil adalah mulailah membuat vidio sekarang. Karena dengan memulai sekarang artinya kita belajar lebih awal dan 2 tahun kedepan mungkin kita akan menjadi ahli. Tetapi beda halnya ketika kita menunda-nunda sampai tahun besok, besoknya lagi, besoknya lagi bahkan mungkin tidak jadi karena banyak tanggungan, maka kita tidak jadi mendapat apapun, andaikan hari itu mulai tetap saja kita tidak sejago ketika saya sudah memulainya dari sekarang.
.
.
.
.
(Selasa, 08.10)
"Pegang ucapanku ini, 2 tahun lagi dari sekarang aku akan ahli dalam publik Speaking. Menyampaikan gagasan dan pikiranku dengan seni berbicara!"
.
.
(Malam Rabu, 18.09)
"Saya tidak takut terlihat bodoh ataupun tampak bodoh. Yang aku tak mau adalah benar-benar bodoh."

(Malam Rabu, 00.35.)
"MUS-YQ Tercinta"
Kepada yang lebih tua, belajarlah kepadanya. 

(Malam Senin,17 Juli)

Puisi dari Gus Nadirsyah Housen

(HANYA)

Kami hanya debu yang beterbangan
Diputar tak tentu arah oleh badai cintaMu

Kami hanya kelopak bunga yang bermekaran
Diperindah tak terkira oleh tetesan embun kasih sayangMu

Kami hanya pejalan yang merangkak berkeluh kesah
Ditarik mendekat tak berjarak oleh dekapan ujianMu

Kami hanya hamba yang merindu tak berkesudahan
Dibebankan amanah tak terperi di dunia ini oleh lambaian kuasaMu

Kami hanya menunggu tiba waktu berpulang
Diperlama oleh sekian ambisi kehidupan seolah kami tak lagi mengenalMu

Kami hanyalah hamba yang terus bertanya
Dijawab dengan harapan akan syafaat NabiMu

Tabik,

(Malam Selasa, 17 Juli)

Merintis sendiri memang berat di awal. Tapi jika kamu terus konsisten, proses itu akan menjadi kesenangan bagimu. Korbarkan semangattmu. Cintai prosesnya. Maju pantang mundur. Kelak kamu akan menikmati hasilnya dan berterima kasih kepada dirimu saat ini. Tetap semangatt!

(23.25)

Gakpopo mlaku alon-alon, Dar. Seng penting ojo nyerah. Ojo nyerah! Ojo mandek!! Ojo putus asa!! Semangaaatttt!!!

(MalJum, 21 Juli, 02.09)

Tadi malam aku telah menonton seorang pengusaha muda yang mengatakan tentang harta berharga bukanlah uang, tetapi waktu. Dan saat ini, saya juga mendapatkan pelajaran yang sama dalam buku Filosofi Teras. Maka saya pribadi mengambil kesimpulan dengan quote, "Harta paling berharga adalah waktu. Bukan uang ataupun harta benda. Karena itu bisa dicari. Sedangkan tuhan memberi waktu kepada kita sama. Tinggal bagaimana seseorang menggunakan waktunya untuk hal yang produktif banyak hal atau kebalikannya, untuk menjadi manusia berkualitas atau tak berkualitas, untuk hal yang membuat kaya atau miskin, dsb." 


Malam Jum'at, 04.00, 21 Juli.

(Menjadi lebih dewasa dengan tidak bermain cinta)

Sekarang, aku telah bertekad untuk tidak bermain cinta dan hanya memikirkan pernikahan ketika masuk usia 30 an. Untuk itulah, aku ingin menasehati diriku, menempa diriku dan semua orang yang menginginkan kebijaksanaan, bahwa belajarlah lebih dewasa untuk menyiapkan segalanya sebelum memasuki pernikahan.

Aku berharap tuhan menuntunku agar bisa lebih fokus dan selalu konsisten mengembangkan diri dalam segala hal dan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin-di masa muda khususnya. Entah dalam segi pendidikan diri, ilmu pengetahuan, mental dan ekonomi.

Tak ada gunanya bermain cinta atau mencari² "pacar" yang sebenarnya belum tentu jodoh kita. Toh, jodoh sudah disiapkan tuhan untuk kita. Ceroboh sekali diri kita ketika sibuk mencari-cari pasangan tapi tak ada bekal yang kita siapkan.

Sebenarnya saya turut prihatin kepada para pemuda(wanita khususnya) yang tidak mengerti hal ini. Mereka sibuk melakukan hal unfaedah atau memposting kecantikannya di media sosial agar menarik para lelaki. Setelah itu ia bebas bersenang-senang dengan lelaki pilihannya yang berhasil ia goda (yang mungkin ia tidak sadar telah menggoda). Setelah itu ia ditinggalkan, sedih, mencari lelaki lain, ditinggalkan lagi dan seterusnya. Dan ketika mereka para wanita menemukan lelaki yang bagus dalam segala hal, mereka membayangkan mendapatkannya dan setelah itu berkata, "Aku mah apa?" Hei, salah siapa kamu tidak menggunakan waktumu untuk terus mengembangkan diri dan menfokuskan kecantikanmu untuk calon suamimu saja?

Terakhir, jadilah pemuda-pemudi yang berkualitas!

.

.

.

(Analisis mengenai mengapa bulutangkis di Indonesia lebih maju daripada sepakbola)

Kudus, Rabu, 26 Juli 2023.

14.10

"Waktu lebih berhaga daripada uang."

Tidak ada yg lebih berhaga daripada waktu dan ilmu. Uang bisa dicari, selama ada usaha dan keyakinan kepada tuhan yg maha pemberi Rizqi. Sedangkan waktu terus berlalu tanpa bisa diputar kembali. Kalau sudah seperti itu, mengapa kita sebegitu keras dan sibuknya mencari uang? Bahkan untuk beribadah saja tidak begitu diperhatikan. Lalu, pantaskah menginginkan dunia dengan mengabaikan pemilik dunia?

Semua tergatung persepsi kita. Berpikir positif akan mendapatkan manfaat. Berpikir negatif hanya menurunkan kwlitas dan tak mendapat apa-apa. Pernah sa berdiskusi denga teman saya tentang motifasi.

(Jum'at, 28 Juli, ba'da Solat Jum'at)

"Untuk calon istriku kelak."

"Dek, tolong jaga dirimu di sana. Mas di sini sedang susah payah dan merajinkan diri untuk menuntut ilmu, memperbaiki diri, menjaga diri, dan bekerja keras untuk masa depan kita. Kamu jangan pacaran, Ya. Fokus ngembangin diri aja.:)

Malam Rabu, 22 Agustus

Sampai sejauh ini, saya masih meyakini bahwa kunci sebuah negara maju adalah pertama pendidikan, kedua spiritualitas.

Dan hal utama dari aspek pendidikan adalah membaca buku.

Maka dengan ini, saya akan melihat sejauh mana pikiran ini bertahan.




(Menjadi lebih dewasa dengan tidak bermain cinta)
.
.
(Philosophy Of King)