Blog pendidikan

Senin, 22 Juni 2020

Puisi-Untuk Rosulullah

Ya Rosulallah...
Maafkan kami yang tak bisa Menbanggakanmu,
Maafkan kami yang lupa akan perjuanganmu,
Maafkan kami juga yang menganggap cerita Nabi hanya untuk anak kecil saja,
Sungguh bodoh kami ini.

Andai kau tau ya rasulallah...
Kami sangat mencintaimu,
Tapi, perbuatan kami telah mendustai ucapan kami,
Kami hanya bisa duduk manis bersholawat dan membaca albarjanzi tanpa mentadabburi makna dan arti,
Kami berteriak mengucapkan salam 'alaika, tanpa tau rasanya sakit dan menderita.

Wahai umat Rasulullah...
Inikah balasan kita kepada beliau?
Yang ketika berdakwah dicaci, dimaki, dilempar batu dan disiksa?
Apakah seperti ini balasan dari kebaikan, pengorbanan, dan perjuangan?
Apakah ini balasan kita kepada sosok mulya yang ketika di ujung nyawa masih memikirkan umatnya?

Ummati...ummati...ummati...

Tapi apa, apa, apa yang bisa kita lakukan tuk membanggakan beliau?
Apa yang bisa kita lakukan tuk membalas siksaan dan penderitaan yang diterimanya?

Di mana pengorbanan kita....di mana perjuangan kita?
Untuk beliau yang sangat sayang kepada kita..

Renungkan kataku ini! Hayatilah!
Setelah itu maju dan bergeraklah!
Lakukan apapun itu, tuk menghormati pengorban Rasulullah..

Andai kita umat Nabi sedunia bisa membanggakannya....

Mungkin saja Rosulullah bahagia di alam sana,
Tapi apakah beliau bahagia karena kita?

Ya tuhanku..
Ampunilah hamba-hambamu ini Yang tak tau diri..
Yang tak mau introspeksi..
Dan menyakiti saudara seagama sendiri..

Ampunilah hamba hambamu yang belum bisa membanggakan utusanmu..

Di timur tengah sana..
Saudara-saudara kita saling bertengkar,
Mudah dipecah belah oleh orang kafir,
Saling menjatuhkan satu sama lain,
Menganggap jalan satu  benar dan yang lain salah.

Saling memamerkan kegagahan-nya
dan merebut wilayah saudaranya.
Lihatlah! bagaimana Rasulullah  tergopoh-gopoh menegakkan agama Islam,
Kita malah memalukan reputasi Islam.

Di timur tengah sana juga,
Palestina dijajah oleh Israel.
Hak-hak mereka, rumah-rumah mereka dan tanah-tanah mereka
dijarah oleh bangsa Israil.
Bahkan, Masjidil Aqsho, masjid bersejarah umat Islam
dipertahankan mati-matian oleh  bangsa Palestina.

Lalu, apa sikap kita?

Bayangkan penderitaan mereka,
Betapa sakit penderitaan yang mereka rasakan.

Dan di lain sana,
Umat Islam minoritas didiskriminasi, disiksa dan dibantai.

Tapi kita...tapi kita...?

Di saat penderitaan tadi dirasakan oleh mereka,
Kita malah sibuk memikirkan wanita,
Kita malah sibuk mendengarkan dan mendendangkan lagu cinta,
Untuk apa? Untuk apa?

Kita lupa kalau waktu terus berjalan..
Kita sangat berbeda dengan mereka.

Aku berpesan sangat kepada kalian,
Setelah ini jangan pandang diriku,
Tapi pandanglah puisiku,
Renungkan isinya dan bergeraklah!

Lakukanlah pesan-pesannya!
Lakukanlah apapun..
Untuk Rosulullah
Untuk palestina
dan untuk umat muslim sedunia.

~Saat Maulid Nabi, tahun ke-3 di PTYQ.

Tidak ada komentar: